Admin

Saptuari Tak banyak yang saya tahu sebetulnya tentang Mas Saptuari. Yang kutahu ternyata pria berbadan gemuk tambun ini kalo gak salah pemilik Kedai Digital. Sebuah kedai yang menjual aneka macam merchandise.

Tapi kenapa Mas Saptuari saya sebut sebagai Penyihir Yang Tembus Hati Nurani? Yeah, hari ini minimal saya telah membuktikannya sendiri. Membaca tulisannya yang datar, tapi berhulu ledak sangat tajam. Saking tajamnya sayapun tak kuasa menahan tangis ketika membacanya.

Resiko menangis saat baca tulisan Para Pendamping Nabi ini sudah saya prediksi sebelumnya memang, sebab puluhan orang sampaikan kesaksian soal tangisan setelah baca tulisan itu.

Cerita ini bisa jadi kalah tenar memang dengan rame-rame “Jambul” Syahrini saat sambut Pesepak Bola kondang David Beckham, tapi bedanya tulisan ini menghentak, dan menembus hati nurani. itu kenapa saya menyebut Mas Saptuari sebagai Penyihir.

Yeah, penyihir yang menggerakkan hati untuk peduli. Penyihir yang menginspirasi banyak orang dengan langkah-langkah kecil yang bisa jadi tidak terlalu populer belakangan. Mengkampanyekan kepedulian untuk berbagi.

Jujur, saya memang belum pernah ikut menyisihkan sedikit rupiah untuk ikut dalam gerakan #SedekahRombongan ala Saptuari ini, tapi saya berniat satu saat harus ikut peduli dengan ikut bertindak. Dan sayapun yakin banyak orang akan “tersihir” dan kemudian “tergerak” setelah membaca tulisan Para Pendamping Nabi Mas Saptuari.

Last but not least, gerakan-gerakan kecil seperti ini bisa jadi tidak akan mempu mengubah “kegelapan” yang ada dalam waktu yang singkat memang, tapi saya yakin bahwa setiap ikhtiar untuk “menyalakan lilin saat gelap” itu lebih baik daripada sekadar “mengutuk kegelapan.”

Bukankah hal-hal kecil yag diikhtiarkan dengan kecintaan yang besar pada kemanusiaan dan kehidupan tetap lebih baik daripada langkah (dengan) pemberitaan besar yang hanya penghias bibir?

Anda yakin berani untuk membaca tulisan Sang Penyihir Saptuari? Jika ya, saya ingin tau apa komentar anda. Saya bertaruh andapun akan termehek-mehek dibuatnya. Berani coba?  

Labels: | edit post
Reactions: 
0 Responses

Post a Comment