Recents in Beach

header ads

Sungkem Untuk Ibu

 

Wah tak terasa sudah tanggal 22 di bulan terakhir tahun 2010. Cukup lama berarti blog ini tak tersentuh. Yah…mungkin itulah hidup. Kadang kita merasakan waktu berlalu begitu saja, dan baru tersadar bahwa belum banyak yang kita lakukan sebelumnya.

Perasaan semacam ini sebetulnya positif, kalau kita meletakkannya dalam kerangka introspeksi kecil-kecilan atas apa-apa yang sudah dan belum kita lakukan dalam hidup. Layaknya sebuah introspeksi, langkah demikian, meski sederhana, akan membuat kita kembali ke track awal kita berangkat, untuk kemudian melihat kembali track waktu yang telah kita lalui.

Dan kitapun tersadar bahwa masih banyak hal belum bisa kita lakukan dalam hidup ini, sementara jarum jam tak akan bisa diputar kembali. Tapi biarlah semua berlalu, tinggal bagaimana kita memperbaikinya ke depan.

Hari ini adalah Hari Ibu. Sebuah hari yang di Indonesia diperingati dengan berbagai cara oleh banyak orang. Namun satu tujuanya kira-kira, mengingatkan kita tentang makna kehadiran seorang ibu dalam kehidupan setiap orang.

Ada sebagian yang membeli kado khusus buat ibu hari ini. Sementara yang lain memberikan surprise kecil-kecilan dengan membuatkan makanan ataupun minuman kesukaan ibu. Atau mungkin ada pula yang memberikan kado istimewa yang lain. Meski berbeda tetap satu jua niatnya, menghayati peran besar seorang ibu dalam kehidupan kita.

Pagi ini saya membaca seorang teman, Slamet namanya, mengatakan twitternya “A mother understands what a child (me) does not say. She is more me, than me!!!” Sungguh luar biasa memang seorang ibu.

Yah, tak heran jika Pak Achyudin, yang Presdir Dompet Dhuafa menyebut (kepribadian) ibu sebagai karakter dengan mengatakan “Tak semua isteri adalah IBU. Ibu itu karakter bukan biologis.” Yah itulah kira-kira keagungan seorang Ibu.

Tapi bagaimana berbakti pada Ibu? Banyak cara tentunya. Terutama dengan terus melestarikan ajaran mulia yang disampaikanya saat kita masih dalam timangan.

Terakhir, SELAMAT HARI IBU. Tak ada kata yang bisa saya ukir selain TERIMA KASIH dan MAAF jika anakmu ini belum bisa berbakti dengan baik. Jasamu tak mungkin bisa aku balas ibu. Crying face

 

Technorati Tags: ,

Post a Comment

4 Comments