Recents in Beach

header ads

Liburan ke Pangandaran

CIMG1788

Awal desember kemarin kami sekeluarga "liburan" ke pangandaran bersama teman di IRD. hampir semua keluarga crew IRD turut serta, kecuali Pak Syafi'i (direktur) dan juga Yuli (bendahara). Pak direktur tidak turut serta karena ada keluarganya yang harus menjalani operasi di sebuah rumah sakit di jakarta. sedangkan Yuli tidak mendapatkan izin dari suaminya.


CIMG1781

acara ini sendiri sebetulnya bukan liburan semata. melainkan ada kegiatan studi banding bagi para pengarjin telur asin ke tasikmalaya. karena dinilai dekat, maka acara dilanjutkan ke pangandaran.

capek memang, tapi seneng juga. terlebih anakku yang memang jarang sekali melihat pantai. aku sendiri ini kali ke berapa yah ke pantai. seingatku terakhir aku ke pangandaran saat pantai wisata ini diterjang tsunami lalu. yah sudah pulih kulihat. pantai sudah kembali terlihat rapi. hanya beberapa sisa bangunan masih belum dibongkar di sebelah dalam.

meski begitu senang memang bisa menyaksikan anakku kegirangan mandi di pantai. pagi hari minggu (2/12/07) suasana sudah ramai di pantai. ada yang sibuk mandi, bermain pasir, ataupun nongkrong-nongkrong saja. hanya saja keceriaan pantai ini sebetulnya, menurutku, sedikit terganggu dengan lalu lalang sepeda motor pantai yang menimbulkan suara gaduh dan juga polusi udara yang tidak kecil. tapi yah mungkin inilah bagian dari kekurangmampuan masyarakat kita memanage anugerah alam yang begitu memikat. mulai dari pengelolaan kebersihan hingga bagaimana warga sekitar memiliki rasa kepemilikan yang tinggi terhadap pantai yang tak lain adalah asset bersama tempat mereka menggantungkan penghidupan.

CIMG1777

dibanding masyarakat bali yang telah begitu menyatu dengan denyut wisatanya, pangandaran jelas sangat beda. orang-orang bali sangat menjaga asset bersama mereka. sehingga kemudian soal kebersihan pantai, service, hingga soal-soal pengamanan. padahal di pangandaran masih banyak keindahan yang bisa dieksplorasi lebih jauh, dan kemudian pasti akan menarik lebih banyak wisatawan asing terutama. tapi mungkin ini soal kultur masyarakat yang belum menyatu dengan denyut pariwisata. penyakit umum masyarakat kita.

atau mungkin ini soal anugerah yang terlalu banyak. bayangkan jika NKRI ini membingkai setidaknya 17.000 pulai, dengan hanya sekitar 6000 yang telah memiliki nama. itu artinya banyak sekali daerah-daerah yang sebetulnya jika dikelola dengan baik akan menjadi tujuan wisata yang populer. banyaknya pulai ini tentu beda dengan Thailand dengan Phuketnya, atau negara-negara tetangga kita yang lainnya.

Post a Comment

0 Comments